Sleman|KompassIndonesianews.com- Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), kembali menorehkan langkah progresif dengan mengimplementasikan digitalisasi pembayaran retribusi daerah melalui peluncuran aplikasi Venue Sleman. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Jumat (30/10/2026), di The New Atrium Hotel, Mlati, Sleman.
Peluncuran yang ditandai dengan kick-off pembayaran retribusi digital ini dilaksanakan pada acara High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sleman. Hadir pula pada acara tersebut Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Wawan Heriawan, serta jajaran pimpinan perbankan mitra strategis seperti Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY dan PT Bank BPD DIY.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi lintas instansi yang terjalin antara Pemkab Sleman, Bank Indonesia, dan Bank BPD DIY. Ia menekankan bahwa digitalisasi ini tidak sekadar mengikuti tren, melainkan fondasi utama dalam menciptakan transparansi keuangan daerah.
“Setiap rupiah yang disetorkan oleh masyarakat dapat tercatat secara real-time, akurat, dan langsung masuk ke kas daerah. Ini akan mengalir utuh menjadi modal pembangunan di Kabupaten Sleman,” tegas Danang.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah pemungut retribusi di lingkungan Pemkab Sleman untuk segera mengoptimalkan kanal pembayaran digital melalui QRIS dan virtual account. Ia berharap kolaborasi yang kuat ini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sleman.
Dalam laporan kegiatannya, Kepala BKAD Kabupaten Sleman, Wawan Heriawan, menyampaikan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) saat ini merupakan sebuah keharusan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Melalui aplikasi Venue Sleman, wajib retribusi kini dapat melakukan pengecekan ketersediaan fasilitas rekreasi dan olahraga, pemesanan, hingga pembayaran secara non-tunai tanpa harus datang ke kantor,” ungkap Wawan.
Sejumlah fasilitas olahraga dan publik yang kini telah terintegrasi dalam sistem pemesanan dan pembayaran digital meliputi:
* Stadion Maguwoharjo
* Stadion Tridadi
* Gedung Olahraga Pangukan
* Gedung Olahraga Klebengan
* Lapangan Tenis & Lapangan Denggung.
(Joni)














