https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dukung Program Bupati Lampung Timur, SDN 1 Marga Batin Implementasikan Kegiatan Green School Disekolah

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lampung Timur, KompassindonesianewsKepala Sekolah SDN 1 Marga Batin, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, kembali menegaskan komitmennya, dalam rangka mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, untuk membangun rasa keperdulian terhadap lingkungan melalui kegiatan pengimplementasian Green School bagi pelajar sejak dini. Jumat, 26 Desember 2025

Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Waway Karya bersama Kepala Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) turun langsung kelokasi Green School yang ada di SDN 1 Marga Batin pada Jum’at pagi (26/12/2025) guna meninjau dan memastikan program Pemerintah tersebut dapat berjalan dan berfungsi dengan baik, serta diharapkan dapat menjadi salah satu percontohan bagi sekolah lainnya yang ada di Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.

Diketahui, Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur saat ini tengah gencar menggalakkan program Green School yang melibatkan jenjang SD, SMP/MTs untuk menciptakan generasi sadar lingkungan yang merupakan bagian dari visi Lampung Timur sebagai Kabupaten Konservasi Berkelanjutan (KKB). Dengan fokus pada pendidikan sejak dini, penanaman budaya peduli lingkungan, serta sinergi dengan program seperti Green Village dan peran siswa sebagai Duta Konservasi.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak SDN 1 Marga Batin tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Lampung Timur, Hj. Ella Siti Nuryamah. Ia menilai program Green School merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya kelestarian lingkungan.

Bupati Lampung Timur, Hj. Ella Siti Nuryamah melalui sambungan telepon WhatsApp pada Jum’at (26/12/2025) kepada Kompassindonesianews menjelaskan, bahwa konsep Green School bukan sekadar kegiatan penghijauan atau menanam pohon, akan tetapi mencakup perubahan budaya mulai dari pola pikir hingga perilaku sehari-hari. Hal itu meliputi pengelolaan sampah yang benar, penghematan energi, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan teknologi ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
“Langkah kecil ini diharapkan dapat membentuk generasi yang sadar akan masa depan bumi. Dari sekolah, kita bisa menciptakan laboratorium kecil kehidupan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan,” ungkap Bupati Lampung Timur kepada Kompassindonesianews.

Kepada Kompassindonesianews Bupati Lampung Timur Hj. Ella menambahkan bahwa satuan pendidikan memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran kehidupan.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun kecintaan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Upaya ini sejalan dengan visi kita menuju Lampung Timur sebagai Kabupaten Konservasi Berkelanjutan,” tambah Bupati Lampung Timur yang kerap disapa Teh Ella tersebut.

Selain Bupati Lampung Timur Hj. Ella dorong Implementasi Green School untuk Wujudkan Kabupaten Konservasi Berkelanjutan, kegiatan tersebut juga diharapkan membangun kesadaran bagi seluruh masyarakat di Lampung Timur khususnya. Melalui kegiatan bimbingan teknis yang telah dilaksanakan, diharapkan dapat memberikan wawasan, strategi, dan inspirasi baru bagi para peserta, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, hingga perwakilan siswa untuk diterapkan di sekolah masing-masing. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap program pendidikan yang menguatkan nilai keperdulian terhadap lingkungan.

Di tengah ancaman perubahan iklim, sampah plastik, dan krisis air, sekolah menjadi tempat paling strategis untuk menyemai kepedulian lingkungan sejak dini. Di sinilah konsep Green School dijalankan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur, H. Marsan, S.Pd.Ing., M.Pd., Melalui Korwil Dinas Pendidikan Waway Karya, Masnona, menyebut program ini sebagai langkah penting menuju generasi yang sadar lingkungan. Menurutnya, perubahan sederhana seperti menata ulang area hijau sekolah, membiasakan siswa memilah sampah, hingga mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam pelajaran harian dapat berdampak besar bagi karakter siswa.
“Ini bukan sekadar program. Ini gerakan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan ramah lingkungan. Anak-anak adalah penjaga masa depan. Kalau sejak di sekolah mereka mencintai lingkungan, maka kita sedang menjaga Lampung Timur tetap hijau untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Setelah mendapat pengarahan bagaimana menghidupkan kembali kesadaran terhadap lingkungan di sekolah lewat Bimbingan Teknis Implementasi Green School, Kepala Sekolah SDN 1 Marga Batin bersama dengan staf dewan guru mengimplementasikan program pemerintah itu guna memastikan bahwa isu lingkungan tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga praktik nyata di sekolah-sekolah.

Siti Aisah, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN 1 Marga Batin saat diwawancarai Kompassindonesianews di lokasi yang dijadikan tempat pengalokasian Green School menerangkan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin membantu mewujudkan segala bentuk program pemerintah yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
“Kami pihak sekolah sangat menyambut baik program dari Bupati Lampung Timur melalui program Green School ini, kami akan berusaha menata, meniti dan juga menanamkan nilai-nilai keperdulian terhadap lingkungan kepada para siswa didik kami,” ucapnya kepada Kompassindonesianews.

Suksesnya pelaksaan Green School yang dilaksanakan pihak SDN 1 Marga Batin, tak lepas dari dukungan para orangtua wali siswa yang dengan suka rela membantu pihak sekolah dalam melaksanakan program pemerintah tersebut.
“Masa depan Lampung Timur adalah Lampung Timur yang hijau. Keberhasilan itu sangat ditentukan oleh kesadaran dan tindakan nyata generasi muda kita hari ini, tertunya hal tersebut tak luput dari dukungan dan suport dari para orangtua wali, baik tenaga,pikiran,pendapat dan bahkan mungkin materi” tegasnya.

Di beberapa sekolah di Lampung Timur, langkah-langkah sederhana sudah secara bertahap dilakukan oleh pihak Sekolah, mulai dari membuat kebun mini di halaman belakang tempat para siswa belajar langsung tentang tanaman obat, membangun bank sampah kecil yang dikelola oleh murid dan diharapkan dapat mengedukasi para murid untuk memahami nilai ekonomi dari sampah daur ulang, bahkan ada pula sekolah yang mulai membuat kawasan “bebas plastik” setiap Jumat, sebagai latihan membangun kebiasaan ramah lingkungan.

Pendekatan Green School bukan hal baru di Indonesia. Program ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam RPJPN 2005–2025 dan bersinggungan dengan program Adiwiyata dan SDGs. Namun, bagi Lampung Timur, gerakan ini memiliki nuansa yang lebih personal, dengan menjaga lingkungan berarti juga menjaga masa depan daerah yang dikenal kaya sumber daya alam tetapi rentan degradasi.

Dari SDN 1 Marga Batin, Kecamatan Waway Karya, sebuah gerakan pelan namun pasti dimulai. Gerakan menuju sekolah yang bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menyelamatkan bumi satu langkah kecil setiap harinya. Dan di tangan para guru, Green School bukan lagi hanya konsep,melainkan masa depan.
#Andi Selagai

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *