https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Maraknya Proyek Tanpa Papan Informasi Menimbulkan Kecurigaan Dikalangan Masyarakat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lampung Timur, KompassindonesianewsAkhir tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi sektor pembangunan, khususnya di Wilayah Lampung Timur. Pada Jum’at, 26 Desember 2025 Tim Media Kompassindonesianews kembali menemukan beberapa pekerjaan tanpa dilengkapi dengan adanya papan informasi tentang proyek yang tengah dibangun oleh pemerintah menggunakan anggaran dari uang rakyat.

Salah satu yang mencolok yakni adanya penemuan terkait perbaikan Gorong-gorong di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur sebanyak dua (2) titik yang tidak memiliki papan informasi tentang pekerjaan proyek tersebut.

Menurut salah seorang warga masyarakat setempat yang tak ingin identitasnya disebutkan, meski berkediaman tak jauh dari lokasi yang tengah diperbaiki, dirinya bersama warga lain gak mengetahui informasi asal-usul sumber dana dan pihak mana yang melaksanakan perbaikan gorong-gorong tersebut.
“Kami sebagai masyarakat disini bersyukur itu diperbaiki, tapi sangat disayangkan karna tidak adanya papan informasi yang dipasang, jadi kami gak tau siapa yang punya kerjaan ini. Apalagi diwilayah Waway Karya ini kan sedikit horor mas, banyak oknum-oknum yang mengakui itu pekerjaan mereka bila sudah selesai, berapa anggarannyapun kami enggak tau,” ungkapnya.

Menurut Amin (47), salah seorang warga yang tengah melintas dilokasi turut menyampaikan kepada Tim Media Kompassindonesianews, Amin menjelaskan, kendati perbaikan gorong-gorong tersebut merupakan untuk rakyat, namun keterbukaan informasi terkait pekerjaan yang ada juga dibutuhkan masyarakat, agar para masyarakat juga dapat turut memantau dalam pelaksanaannya apakah sudah sesuai atau tidaknya.
“Memang dibangun buat masyarakat, tapi bukan berarti dibangun semua mereka saja,itu kan pake uang rakyat, dari pajak rakyat, dan kami sebagai rakyat juga harus tau berapa biaya perbaikan itu. Kami berharap kepada pemerintah daerah, setoplah kucing-kucingan sama rakyat, karna rakyat sekarang krisis kepercayaan sama para pemimpin didaerah ini, kalau memang jujur kenapa mesti takut, yang takut itu kan biasanya MALING,” tegas Amin dengan nada kesal.

Mengingat keuangan Daerah Kabupaten Lampung Timur selalu diserukan sedang mengalami defisit anggaran, akan tetapi dengan merajalelanya para mafia Proyek menunjukan kegagalan Pemerintah Daerah menjalankan amanah dari masyarakat.

Pemerintah seolah melihat tapi buta, mendengar namun tuli terhadap aduan-aduan serta temuan dari beberapa awak media tentang marak dan merajalelanya proyek-proyek pembangunan tak ber-tuan seperti siluman. Indikasi adanya keterkaitan antara pihak Pemerintah Daerah yang terkesan tutup mata dengan adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum kontraktor dalam melaksanakan tugas sebagaimana mestinya menjadi tanda tanya besar dibenak masyarakat.

Administrasi pelaporan menjadi salah satu alasan klasik di kalangan pemerintah. Aturan yang tak jelas, yang hanya dibuat demi saling menutupi kesalahan, seolah menganggap masyarakat hanya sebuah pajangan yang dengan sesuka hati bisa dimainkan dikala jenuh.

Pekerjaan proyek tanpa menggunakan papan informasi tersebut di duga kuat sebagai trik untuk mengelabui masyarakat agar tidak dapat memantau besarnya anggaran yang di kucurkan oleh Pemerintah guna memastikan kualitas pengerjaan serta sumber anggaran dan volume pada kegiatan pekerjaan perbaikan gorong-gorong tersebut.

Krisis kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah semakin krusial, dengan lambannya penanganan terhadap aduan-aduan masyarakat yang dinilai seolah semakin tak punya nyali dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

Publik kini tengah menunggu kerja nyata para Pemimpin Daerah Kabupaten Lampung Timur, akankah para pemimpin di Lampung Timur tergerak hatinya untuk melakukan Audit secara menyeluruh dan mendalam terhadap segala bentuk penyimpangan yang sudah jelas merugikan Keuangan Negara.
#Andi Selagai

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *