https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Perbedaan Penetapan 1 Syawal Kembali Terjadi, Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 21 Maret 2026, Muhammadiyah 20 Maret

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
Jakarta/Palembang, Kamis 19 Maret 2026
Pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, sehingga terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya tahun ini.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, sekitar pukul 19.00 WIB usai sidang isbat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

“Berdasarkan hasil sidang isbat dan laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah di Indonesia, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag.

Penetapan tersebut mengacu pada kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Berdasarkan data hisab, posisi hilal belum memenuhi kriteria tersebut sehingga bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.

Sidang isbat dihadiri berbagai unsur, di antaranya perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Persatuan Islam (Persis), Al Washliyah, serta ormas Islam lainnya. Turut hadir pula perwakilan BMKG, BRIN, para ahli falak, serta unsur pemerintah dan DPR RI.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, mengimbau masyarakat tetap menjaga ketenangan dan saling menghormati.

“Kita harapkan masyarakat tetap menjaga persatuan di tengah adanya perbedaan,” ujarnya.
Senada, tokoh Nahdlatul Ulama Jakarta, KH Ahmad Fahrur Rozi, menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Syawal merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam.

“Perbedaan ini tidak perlu dipertentangkan. Yang utama adalah menjaga ukhuwah,” katanya.

Alasan Perbedaan Penetapan

Perbedaan penetapan Idul Fitri tidak terlepas dari perbedaan metode dan pendekatan yang digunakan masing-masing pihak.
Pemerintah menggunakan metode gabungan hisab dan rukyat dengan acuan kriteria MABIMS, sehingga keputusan diambil setelah hilal memenuhi batas visibilitas tertentu atau melalui penyempurnaan bulan (istikmal).

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menetapkan awal bulan ketika hilal secara matematis sudah berada di atas ufuk, meskipun belum tentu terlihat.

Di sisi lain, jamaah tarekat seperti Tarekat Syattariyah, Tarekat Qodariyah, dan Tarekat Naqsabandiyah umumnya mengikuti rukyat tradisional dan keputusan mursyid masing-masing.

Selain faktor metode, kondisi geografis Indonesia yang luas juga memengaruhi kemungkinan terlihat atau tidaknya hilal di setiap daerah, sehingga turut berkontribusi terhadap perbedaan penetapan.

Tarekat dan Variasi Penetapan

Jamaah tarekat seperti Syattariyah, Qodariyah, dan Naqsabandiyah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dalam beberapa kasus di sejumlah daerah, penetapan Idul Fitri dapat berbeda dari pemerintah, bergantung pada hasil rukyat dan keputusan mursyid masing-masing.

Ajakan Menjaga Persatuan

Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
(QS. Ali Imran: 103)
Artinya:
“Berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”

Rasulullah SAW bersabda:
الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ، وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ
Artinya:
“Puasa itu pada hari kalian berpuasa, dan Idul Fitri pada hari kalian berbuka.” (HR. Tirmidzi)

Perbedaan penetapan 1 Syawal merupakan dinamika yang telah lama terjadi di Indonesia. Di tengah perbedaan tersebut, umat Islam diharapkan tetap menjaga persatuan dan menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat kebersamaan.

(Komarudin)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *