BENGKALIS – Kompassindonesianews.com – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis saat pelaksanaan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan Remisi Khusus bagi warga binaan. Momentum Hari Raya ini menjadi titik harapan baru, di mana 1.044 narapidana menerima pengurangan masa hukuman, dan 3 orang di antaranya langsung dinyatakan bebas.
Sholat Idulfitri digelar di lingkungan lapas dengan penuh kekhusyukan, dipimpin oleh Ustaz Dr. Haris Riadi, S.Ag., M.Ag., serta diikuti ratusan warga binaan beragama Islam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga bagian dari pembinaan spiritual yang terus digalakkan pihak lapas.

Usai pelaksanaan sholat, acara dilanjutkan dengan penyerahan Remisi Khusus Idulfitri kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif, seperti berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, dan telah menjalani masa pidana sesuai ketentuan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyampaikan bahwa remisi merupakan bentuk penghargaan negara terhadap narapidana yang menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana.
“Remisi ini bukan sekadar pengurangan hukuman, tetapi bentuk apresiasi atas komitmen warga binaan untuk berubah. Kami berharap ini menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Boy Fernandes, menegaskan bahwa proses pemberian remisi dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku.
“Dari total 1.617 warga binaan Muslim, sebanyak 1.044 orang menerima remisi. Dan hari ini, 3 orang langsung bebas. Ini bukti bahwa proses pembinaan di lapas berjalan efektif dan memberi dampak nyata,” jelasnya.
Momentum Idulfitri ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Penulis Harry














