Palembang, 21 Maret 2026 Kompassimdonesianwwa.com
Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum suci bagi umat Islam untuk kembali kepada fitrah, yakni keadaan bersih dari dosa setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Perayaan ini tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat melalui tradisi Halal Bihalal.
Makna tersebut ditegaskan dalam firman Allah SWT:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“(Yaitu) orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134)
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Agar kamu menyempurnakan ibadah, mengagungkan Allah, dan bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas keberhasilan menunaikan ibadah puasa sekaligus momentum untuk meningkatkan ketakwaan.
Sementara itu, Rasulullah SAW dalam hadisnya menyampaikan:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan:
لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
(HR. Muslim)
“Janganlah kalian saling membenci, tetapi jadilah hamba Allah yang bersaudara.”
Makna Lebaran, Idul Fitri, dan Halal Bihalal
Lebaran atau Idul Fitri dimaknai sebagai hari kemenangan setelah umat Islam berhasil menahan diri dari hawa nafsu selama bulan Ramadhan. Kemenangan ini bukan semata bersifat lahiriah, melainkan kemenangan spiritual dalam mengendalikan diri dan meningkatkan keimanan.
Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah atau kesucian. Hal ini menggambarkan kondisi manusia yang kembali bersih dari dosa, sehingga membuka lembaran baru dengan hati yang jernih dan penuh keikhlasan.
Sementara itu, Halal Bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang menjadi sarana untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, serta membangun kembali hubungan sosial yang harmonis. Tradisi ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya persaudaraan dan menghapus permusuhan.
Momentum Idul Fitri dan Halal Bihalal diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi titik awal memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
Dengan semangat kembali ke fitrah, umat Islam diajak untuk menjaga hati yang bersih, mempererat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
(Komarudin)
Penulis: Rustam Bahluan SH. MH
Advocat Kota Palembang














