https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Pesan Ustaz.Yunus Riswanto, S.Ag, Idul Fitri ini Sebagai Titik Awal Untuk Menata Kembali Langkah Hidup Baru Tinggalkan Masa Lalu

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Sleman, mengikuti Sholat Idul Fitri berjamaah yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman pada Sabtu 21 Maret 2026.

Hadir dalam acara Sholat Idul Fitri berjemaah ini yaitu, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Ibu Ismoyo.

Dalam sambutan mengatakan pada hari ini kita dapat berkumpul kembali untuk mengikuti upacara pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri, bagi narapidana serta pengurangan masa pidana bagi anak binaan tahun 2026. Idul Fitri merupakan hari yang dirayakan oleh seluruh umat Islam pada tanggal 1 Syawal setiap tahunnya.

Ia mengatakan perayaan ini, dilakukan sebagai wujud kegembiraan setelah sebulan penuh kita menjalani puasa di bulan Ramadhan. Sesungguhnya, hakikat Hari Raya Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu di medan jihad Ramadhan. Dengan mampu mengendalikan hawa nafsu, kita dapat kembali pada kesucian fitrah nyata.

” Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah Islamiyah, kembali suci setelah dibersihkan dengan puasa Ramadhan satu bulan lamanya dan disempurnakan dengan mengeluarkan zakat fitrah dan maaf memaafkan dari salah serta khilaf di antara sesama manusia.

Ia mengatakan kemenangan bukan semata karena telah menahan lapar dan dahaga selama bulan Ramadhan, tetapi kemenangan dalam mengendalikan diri, menahan amarah, memperbaiki sikap, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momen yang dinanti – nanti oleh umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Momen ini menjadi saat yang tepat bagi kita untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, baik antar sesama manusia maupun dengan sang pencipta. Hari Raya Idul Fitri juga memberkahi kita dengan kesempatan membersihkan hati dan mengembalikan kesadaran fitrah kita sebagai manusia, juga membawa pesan dan tradisi yang baik untuk menguatkan silaturahmi, kebersamaan dan kekeluargaan di antar kita.

Makna ketulusan juga dapat menjadi cerminan dasar bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam melangkah di tahun 2026, khususnya dalam mendukung dan melaksanakan berbagai kebijakan pemerintah. Ketulusan untuk terus bergerak maju dalam pelaksanaan 15 program aksi tahun 2026, sebagai tibdak lanjut dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berkomitmen untuk terus melakukan pelayanan yang berkualitas prima untuk setiap masyarakat, selanjutnya perayaan kemenangan atas pengendalian hawa nafsu ini dapat tetap di pertahankan oleh seluruh narapidana dan anak binaan selama menjalani proses pembinaan.

Momentum Idul Fitri diharapkan dimaknai sebagai dorongan dalam membangun diri, meningkatkan kompetensi diri, serta menjadi pembelajaran yang sangat penting dalam diri untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab. Jadikan masa pembinaan sebagai bentuk tanggung jawab dan pembelajaran hidup yang akan dibawa dalam menata kembali arah hidup ke depan yang lebih baik, sehingga pada waktu kembali ke tengah masyarakat, saudara mampu membuktikan diri sebagai pribadi yang baru,” tutupnya.

Sementara itu, Ustaz.Yunus Riswanto, S.Ag, mengatakan Idul Fitri ini sebagai titik awal untuk menata kembali langkah hidup. Tinggalkan masa lalu yang kelam dengan tekad yang kuat, dan sambut masa depan dengan harapan dan usaha yang nyata.

Saling memaafkan, mempererat ukhuwah, dan menjaga kedamaian di lingkungan ini. Jadikan kebersamaan sebagai kekuatan, untuk saling menguatkan dalam kebaikan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman, Lamarta Surbakti, menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara terhadap narapidana yang menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana,” katanya saat beri keterangan kepada awak media.

Ia menyampaikan, remisi ini bukan sekadar pengurangan hukuman tetapi bentuk apresiasi atas komitmen warga binaan untuk berubah. Kami berharap, ini menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Lamarta, juga menjelaskan bahwa tahun ini jumlah warga binaan yang dapat remisi berjumlah 178 orang dan satu orang dinyatakan bebas hari ini juga,” pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *