Tangerang — KompassIndonesiaNews.com
Persoalan sampah rumah tangga yang kerap menjadi masalah klasik di lingkungan permukiman kembali memunculkan inisiatif lokal. Kali ini, aksi nyata datang dari warga Perumahan Bukit Cikasungka, Kecamatan Solear, yang bersama aparat kewilayahan membangun fasilitas penampungan dan pembakaran sampah secara mandiri.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (01/04) melibatkan Babinsa Desa Cikasungka, Serda Didih S, aktivis lingkungan serta masyarakat setempat. Mereka bergotong royong mendirikan “bunker” sampah sebagai solusi sementara untuk mengatasi penumpukan limbah rumah tangga.
Langkah ini diambil menyusul keterbatasan fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah tersebut. Kondisi sebelumnya menyebabkan sampah kerap menumpuk dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan.
Serda Didih S menjelaskan pembangunan bunker sampah ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan. Ia menilai, solusi tidak harus selalu menunggu program besar dari pemerintah.
“Ini adalah upaya bersama agar sampah tidak berserakan. Memang masih bersifat sementara, tapi setidaknya bisa membantu warga dalam pengelolaan sampah sehari-hari,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan aparat kewilayahan dalam kegiatan seperti ini bukan hanya sebatas pendampingan tetapi juga sebagai motor penggerak agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Rudi, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat. Ia menilai kolaborasi ini mampu mendorong partisipasi aktif warga.
“Kalau dikerjakan bersama, beban terasa ringan. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga,” katanya.
Pembangunan fasilitas tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap kebersihan lingkungan. Sampah yang sebelumnya tersebar kini mulai terkelola dengan lebih tertib sehingga mengurangi potensi timbulnya penyakit.
Meski demikian, warga menyadari bahwa penggunaan bak pembakaran bukanlah solusi jangka panjang. Diperlukan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan ramah lingkungan guna mengatasi persoalan secara menyeluruh.
Inisiatif ini pun menjadi contoh bahwa penanganan masalah lingkungan dapat dimulai dari tingkat lokal melalui kolaborasi antara masyarakat dan aparat.
Pendekatan gotong royong dinilai mampu menghadirkan solusi cepat di tengah keterbatasan fasilitas.
Aksi sederhana yang dilakukan warga Cikasungka ini tidak hanya menghasilkan sarana fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan. Sebuah langkah kecil yang diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain untuk melakukan hal serupa.
Penulis : Syafrudin SM/Rudi
Editor : Jemmy














