BENGKULU|Kompassindonesianews.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin turun langsung menyerap aspirasi nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan pesisir Malabero, Kota Bengkulu, Selasa (20/10/2026).
Kunjungan tersebut disambut antusias masyarakat yang sehari-hari menggantungkan perekonomian keluarga dari hasil laut, pengolahan ikan asin, perdagangan, hingga usaha kuliner di kawasan pesisir.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan berbagai kebutuhan yang masih menjadi kendala dalam mengembangkan usaha. Salah satu yang paling mendesak adalah keterbatasan sarana produksi dan penyimpanan ikan.
Warga berharap pemerintah dapat membantu menyediakan freezer berkapasitas besar, mesin pres, serta alat pengering ikan asin, sehingga proses produksi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
“Kalau hujan, kami tidak perlu lagi menjemur ikan di luar kalau ada alat pengering. Kami juga berharap ada freezer besar untuk membantu penyimpanan,” ungkap salah seorang perwakilan pelaku UMKM.
Bagi masyarakat Malabero, usaha pengolahan ikan asin bukan sekadar aktivitas ekonomi. Usaha tersebut telah menjadi sumber penghasilan keluarga dan turut menopang kebutuhan pendidikan anak-anak.
Namun, ketergantungan terhadap cuaca masih menjadi persoalan. Ketika hujan turun, proses penjemuran ikan terganggu sehingga produksi ikut menurun. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan para pelaku usaha.
Karena itu, warga berharap dukungan pemerintah tidak hanya berupa bantuan modal, tetapi juga sarana produksi yang dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas hasil olahan ikan.
Sultan Minta Proposal Disiapkan, Siap Sampaikan ke Kementerian
Menanggapi aspirasi tersebut, Sultan meminta pelaku UMKM menyusun proposal secara terperinci mengenai kebutuhan peralatan yang diperlukan.
Ia menyatakan akan berupaya meneruskan usulan tersebut kepada kementerian terkait, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kementerian yang membidangi perdagangan, perindustrian, dan UMKM.
“Kalau untuk kebutuhan seperti alat pengering dan freezer, silakan buat proposalnya. Saya akan berupaya menyampaikannya langsung kepada kementerian terkait,” kata Sultan.
Langkah tersebut menunjukkan pentingnya aspirasi masyarakat daerah disampaikan secara langsung kepada pemerintah pusat melalui jalur perwakilan daerah.
Selain kebutuhan peralatan, Sultan juga meminta dilakukan pendataan terhadap keluarga nelayan dan pelaku UMKM. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pinjaman lunak, maupun berbagai program pemberdayaan lainnya telah menjangkau masyarakat.
Menurutnya, pendataan menjadi penting agar program yang diperjuangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak tumpang tindih dengan bantuan yang sudah berjalan.
Tak Hanya Ikan Asin, Pedagang Kecil Juga Jadi Perhatian
Dalam pertemuan tersebut, aspirasi masyarakat tidak hanya datang dari pelaku usaha ikan asin. Warga juga berharap perhatian pemerintah menjangkau pedagang kedai, penjual makanan dan berbagai usaha kecil lainnya yang ikut menghidupkan perekonomian kawasan pesisir Malabero.
Akses jalan dari kawasan Pantai Panjang menuju pesisir Sungai Hitam yang semakin terbuka juga dinilai masyarakat telah membantu mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat berjalan beriringan dengan penguatan usaha warga, sehingga peningkatan akses tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Sultan Soroti Masa Depan Ekonomi Malabero
Selain menyerap aspirasi terkait UMKM, Sultan juga menaruh perhatian terhadap rencana pengembangan kawasan Malabero, termasuk pemanfaatan eks Mess Pemda.
Dalam pemberitaan sebelumnya, rencana pemanfaatan bangunan tersebut sebagai Kantor Wali Kota Bengkulu dinilai berpotensi menghidupkan kembali aktivitas ekonomi kawasan kota lama. Kehadiran pusat pemerintahan diproyeksikan dapat mendatangkan lebih banyak aktivitas masyarakat dan membuka peluang bagi pedagang serta pelaku UMKM di sekitar kawasan.
Sultan turut mendorong agar pembangunan kawasan dilakukan dengan semangat kebersamaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan aktivitas di kawasan Malabero harus dapat menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan pendapatan, bukan justru menghilangkan ruang usaha mereka.
Karena itu, dalam dialog dengan warga, Sultan juga mendengarkan kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan adanya penataan atau penggusuran kawasan.
Ia menyatakan akan meminta kejelasan mengenai rencana tersebut, terutama berkaitan dengan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha dan kehidupan masyarakat pesisir.
Sultan menegaskan bahwa setiap kebijakan penataan kawasan perlu memperhitungkan kepentingan ekonomi masyarakat. Nelayan, pedagang ikan asin, pedagang makanan, dan pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan kehidupan dari kawasan tersebut harus tetap mendapatkan perhatian.
Sikap tersebut sejalan dengan perkembangan rencana pemerintah daerah yang ingin menghidupkan kembali kawasan kota lama. Pemanfaatan eks Mess Pemda sendiri sebelumnya disebut pemerintah sebagai salah satu upaya untuk mendorong aktivitas ekonomi di kawasan Malabero.
Dari Aspirasi Warga Menuju Kebijakan
Bagi masyarakat Malabero, kunjungan Sultan menjadi ruang untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Bukan hanya soal bantuan peralatan, warga juga ingin memastikan bahwa pembangunan kawasan pesisir tetap memberikan ruang bagi masyarakat kecil untuk bertahan dan berkembang.
Sementara bagi Sultan, aspirasi tersebut menjadi bagian dari tugasnya sebagai senator asal Bengkulu untuk membawa persoalan daerah ke tingkat nasional.
Perhatian Sultan terhadap sektor kelautan dan ekonomi masyarakat pesisir juga sejalan dengan pandangannya mengenai pentingnya penguatan sektor kemaritiman Indonesia. Dalam kesempatan sebelumnya, Sultan menekankan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia dan penguatan sektor kelautan untuk mengembangkan potensi ekonomi biru, termasuk industri perikanan.
Dengan demikian, kebutuhan sederhana seperti freezer dan alat pengering ikan di tingkat masyarakat dapat menjadi bagian dari agenda yang lebih besar, yakni memperkuat rantai usaha perikanan dari tingkat nelayan hingga pengolahan dan pemasaran.
Sultan berharap proposal bantuan yang disiapkan masyarakat nantinya dapat menjadi dasar untuk mendorong dukungan pemerintah pusat.
“Yang penting kebutuhannya didata dengan baik, dibuat proposalnya, sehingga bisa kita perjuangkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, masyarakat Malabero berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada dialog, tetapi berlanjut pada program nyata yang mampu meningkatkan produksi, memperkuat pendapatan keluarga, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Kehadiran Sultan di tengah nelayan dan pelaku UMKM juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Ketika aspirasi warga didengar dan diperjuangkan hingga ke tingkat pusat, harapan masyarakat pesisir untuk memiliki usaha yang lebih produktif pun semakin terbuka.
Pewarta : Feronike(mimi)















